Kosakata
LTV (Lifetime Value)
LTV adalah total pendapatan yang diharapkan dari 1 pelanggan selama masa hubungan dengan bisnismu.
Definisi
LTV (Customer Lifetime Value, kadang disingkat CLV) = total revenue dari satu pelanggan sepanjang dia jadi customer.
Rumus sederhana:
LTV = ARPU × Gross Margin × Lifetime (bulan)
Di mana ARPU = Average Revenue Per User.
Contoh
SaaS dengan:
- Harga langganan: Rp 100.000 / bulan
- Gross margin: 80%
- Rata-rata customer bertahan: 18 bulan
LTV = 100.000 × 0,8 × 18 = Rp 1.440.000
LTV : CAC Ratio
Metric kunci untuk sustainability:
LTV : CAC = 3 : 1 adalah benchmark healthy.
Artinya: kamu dapat Rp 3 untuk setiap Rp 1 biaya akuisisi. Cukup untuk cover overhead + profit margin.
Cara Meningkatkan LTV
1. Upsell & Cross-sell
- Upgrade plan
- Produk komplementer
- Add-on features
2. Retensi (kurangi churn)
- Onboarding yang baik
- Customer success proaktif
- Produk yang makin "lengket" (network effect, data lock-in)
3. Naikkan harga
- Kalau produk kamu value-nya udah tinggi, wajar pricing naik
- Incremental (5-10% per tahun)
4. Subscription model
- Produk one-time → bundled subscription
- Contoh: Adobe Creative Suite dari license → Creative Cloud
LTV per Industri
| Industri | LTV Median |
|---|---|
| SaaS B2B | Rp 50-500 juta |
| E-commerce | Rp 500rb-5 juta |
| Media / content | Rp 100rb-1 juta |
| Fintech | Rp 5-50 juta |
Kesalahan Umum
- Menghitung LTV tanpa gross margin — overstate value
- Asumsi retensi ideal — pakai data real, bukan proyeksi optimis
- Abaikan churn — kalau churn 10% per bulan, LTV jauh lebih kecil dari yang kamu bayangkan